Ketupat ku nantikan
Selembar ungkapan lahir dan batin
Berjabat tangan meski banyak salah
Air mata mengulir sebulir berlian
Tiada dosa dilaknati
Kemenangan fitri adalah milik kita
Jember, 24 Juni 2017
Antologi fiksi adalah kumpulan karangan fiksi yang layak terbit atau dilombakan secara bersamaan. Tujuan dan fungsi dari antologi Fiksi adalah meluaskan serta mengambil karangan fiksi hasil tulisan karya pribadi tanpa menimbulkan plagiat, Menilai kualitas dan kuantitas karya fiksi yang bermutu danmenilai kreatifitas.
Ketupat ku nantikan
Selembar ungkapan lahir dan batin
Berjabat tangan meski banyak salah
Air mata mengulir sebulir berlian
Tiada dosa dilaknati
Kemenangan fitri adalah milik kita
Jember, 24 Juni 2017
Kemenangan tak luput miskin
Dermawan susah payah mencari nafkah
Setelah puasa menahan lapar dan dahaga
Selepas perjuangan tak luput dari penghasilan
Pergi ke Masjid
Lalu menunaikan shalat fardhu
Jiwa tak sepenat hawa nafsu
Berkat kemenangan fitri telah datang
Santap lontong ditemani opor ayam
Saling bercerita tentang aku dan dia
Kini bukan lagi Ramadan
Genggam rasa persaudaraan
Jember, 25 Juni 2017
Kemenangan tak sekadar emosi
Lebaran bukan mengharuskan membeli baju baru
Tidak hanya meramu silaturahmi antar sesama kerabat
Sedikit berbagi canda tawa
Lempuh jiwa mengakar padi
Rintih-rintih dendam dibuang jauh
Kita adalah hubungan persaudaraan
Idul fitri milik kita
Surabaya, 25 Juni 2017
: Dini Ramayani
Apakah Idul Fitri dilengkapi kasih?
Benarkah Silaturahmi antar keluarga
Apakah kemenangan fitri tak hanya lahir dan batin
Dan Mengapa kamu dilahirkan sebagai perempuan istimewa dibandingkan lelaki sejati?
Jawaban sepenuhnya padamu
Bukan sekadar jawaban biasa
Kasih melontarkan sebuah intimidasi hatimu
Andaikan ucap tak semestinya menilai kebenaran
Tetapi kasih tak bisa didebatkan
Kasih ku ukir di dadamu
Jiwa batin ku luruskan
Jember, 25 Juni 2017
(I)
: Maftuhah
Ingatlah ketika lari pagi
Tak sengaja meninggalkan
Aku telah gugup merayu cantikmu
Sayang langkah bersamamu
Sekarang rasanya berubah
Melirik hamparan angin dan rambut
Serta kain kerudung mengibar
(II)
: Mbak Ruro
Lupa jika ku ungkap sebelah padi mengerucut fajar
Tak perlu melontarkan tanya tentang dimanakah dirimu yang sebenarnya
Sudah jelas berubahku jadi keraguan di dalam batin jiwaku
Mental laki bukan jawaban
Nostalgia kembali saat lari pagi
Maafkan aku Mbak Ruro
Jika terlepas dari kekhawatiranmu
Bila salah berucap aku dimaafkan
Sepenuh telah meraup tutur kata
Silir pagi terbit capek dengan kamu
Tak usah menemaniku lagi
Jember, 25 Juni 2017
Tak terasa akan terpisah
Sebentar lagi cinta telah berakhir
Sungguh hatimu mengusam
Rapuh dipeluk sebelah mata
Reruntuhan darah menyumbat
Betapa senyum mengundang tawa
Mentari menjulur pelangi
Seperti sayap layang diangkasa
Serasa kebersamaan telah habis di sini
Salam untukmu perempuan manis
Suatu nanti kau akan mengantikanmu
Bersama rindu tiada ku sakiti
Bangga padamu ya Tuhan
Cium manismu sampai jumpa sayangku
Surabaya, 13 Juni 2017
Sekian helai rambut panjang sampai ruas jalan sanggupkah merawat helainya? Yakin tiap pagi disisir meski tangan pendek? Bagaimana mengeser...