Senin, 26 Juni 2017

Silsilah Idul Fitri

Ketupat ku nantikan
Selembar ungkapan lahir dan batin
Berjabat tangan meski banyak salah
Air mata mengulir sebulir berlian
Tiada dosa dilaknati
Kemenangan fitri adalah milik kita

Jember, 24 Juni 2017

Kemenangan Jiwa

Kemenangan tak luput miskin
Dermawan susah payah mencari nafkah
Setelah puasa menahan lapar dan dahaga
Selepas perjuangan tak luput dari penghasilan
Pergi ke Masjid
Lalu menunaikan shalat fardhu
Jiwa tak sepenat hawa nafsu

Berkat kemenangan fitri telah datang
Santap lontong ditemani opor ayam
Saling bercerita tentang aku dan dia
Kini bukan lagi Ramadan
Genggam rasa persaudaraan

Jember, 25 Juni 2017

Kemenangan Milik Kita

Kemenangan tak sekadar emosi
Lebaran bukan mengharuskan membeli baju baru
Tidak hanya meramu silaturahmi antar sesama kerabat
Sedikit berbagi canda tawa
Lempuh jiwa mengakar padi
Rintih-rintih dendam dibuang jauh
Kita adalah hubungan persaudaraan
Idul fitri milik kita

Surabaya, 25 Juni 2017

Kemenangan Fitri Saling Berbagi Kasih

: Dini Ramayani

Apakah Idul Fitri dilengkapi kasih?
Benarkah Silaturahmi antar keluarga
Apakah kemenangan fitri tak hanya lahir dan batin
Dan Mengapa kamu dilahirkan sebagai perempuan istimewa dibandingkan lelaki sejati?

Jawaban sepenuhnya padamu
Bukan sekadar jawaban biasa
Kasih melontarkan sebuah intimidasi hatimu
Andaikan ucap tak semestinya menilai kebenaran
Tetapi kasih tak bisa didebatkan
Kasih ku ukir di dadamu
Jiwa batin ku luruskan

Jember, 25 Juni 2017

Nostalgia Bersama Dua Gadis Cantik

(I)
: Maftuhah

Ingatlah ketika lari pagi
Tak sengaja meninggalkan
Aku telah gugup merayu cantikmu
Sayang langkah bersamamu
Sekarang rasanya berubah
Melirik hamparan angin dan rambut
Serta kain kerudung mengibar

(II)
: Mbak Ruro

Lupa jika ku ungkap sebelah padi mengerucut fajar
Tak perlu melontarkan tanya tentang dimanakah dirimu yang sebenarnya
Sudah jelas berubahku jadi keraguan di dalam batin jiwaku
Mental laki bukan jawaban
Nostalgia kembali saat lari pagi
Maafkan aku Mbak Ruro
Jika terlepas dari kekhawatiranmu
Bila salah berucap aku dimaafkan
Sepenuh telah meraup tutur kata
Silir pagi terbit capek dengan kamu
Tak usah menemaniku lagi

Jember, 25 Juni 2017

Sabtu, 17 Juni 2017

Telusuri Jejak Rindu

Kemana-mana selalu pergi
Tanpa pamit
Ia menghilang sejam saja
Serupa hutan terbelenggu malam
Seperti gelap susah ditemui

Menangis keluarga di Rumah
atas kepergian sang anak
Tiada pilihan lain selain senang dan bahagia
Surya mengalir terang

Surabaya, 2017

Jumat, 16 Juni 2017

Pesan Terakhir Untukmu

Tak terasa akan terpisah
Sebentar lagi cinta telah berakhir
Sungguh hatimu mengusam
Rapuh dipeluk sebelah mata
Reruntuhan darah menyumbat

Betapa senyum mengundang tawa
Mentari menjulur pelangi
Seperti sayap layang diangkasa
Serasa kebersamaan telah habis di sini
Salam untukmu perempuan manis
Suatu nanti kau akan mengantikanmu

Bersama rindu tiada ku sakiti
Bangga padamu ya Tuhan
Cium manismu sampai jumpa sayangku

Surabaya, 13 Juni 2017

Jumat, 02 Juni 2017

Kenangan Terakhir

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Tak terasa kini mengujung perjumpaan
Pada hari ini
Semua kenangan dalam tiga tahun sekolah
Telah mengundang canda tawa, dan berbagi bersama
Sadari bersama dan tak bisa apa-apa
Rasa rindu akan datang
Berjumpa lagi di jalan yang berbeda-beda

Suatu nanti bertemu lagi di tahun yang akan datang
Inilah perpisahan terakhir sebelum mengakhiri tiga tahun
Terima kasih guru dan karyawan
Semoga mengabdi terhadap kisah kasih di sekolah
Kenangan terakhir sebagai menghempas air mata serta merta
Langkahkan kaki ini menjadi istimewa selamanya


Surabaya, 7 Ramadhan 1438 H

Jangan Membongkar Emosi pada Orang Tua

Sumber : Google

Jangan sekali melawan orang tua
Seakan-akan hidup makin mengamuk jiwa
Tiada suka jika terus membela ucapan anak
Silahkan melawan penuh rasa jengkel di hati
Di dunia ini tiada dukungan darimu

Betapa melawan emosi begitu rendam wajahmu
Sungguh tak bisa apa-apa
Dibanding esok terus mengulang
Tiada kesempatan kedua menolong kasih sayang
Cinta allah dilenyapkan
Tapi di api sangat panas sangat menyiksamu
Sepanjang masa


Surabaya, 6 Ramadhan 1437 H

Doa Ibu

Sumber : Google

Betapa mengagumi Ibu
Meski tinggal begitu jauh
Rasanya mengenang ibu ketika lahir
Saat menemui kasih begitu menuangkan hati suci
Doa Ibu untuk mengagumi tuhan dengan rahmat hidayahmu

Munajat doa ini
Hapuslah dosa yang selama ini mendurhakai Ibu
Ibu adalah kasih sayang kepada anak
Jangan sekali melawan dengan mengucap “ah..”
Seakan-akan hari kiamat akan menyiksamu
Selamanya terus merenung
Sampai memeluk kaki Ibu
Karena surga itu dibawah telapak kaki Ibu


Surabaya, 5 Ramadhan 1438 H

Terpisah Sementara

Sumber : Harian Bernas

Hari ini hanya bertemu
Dalam waktu sebentar saja
Tak bisa lama-lama lagi
Kini saatnya terpisah sementara waktu
Istriku mengatakan “Jangan pernah pergi
aku butuh percaya sama kamu
dan tak akan meninggalkanmu”

Waktu sudah terlambat
Inilah berpisah di sini
Serta berjumpa lagi bila mengasihkan hadiah untukmu
Istriku tercinta


Surabaya, 4 Ramadhan 1438 H

Keping Senja Muda

Sumber : Hipwee

Tak terasa hari telah melewati
Kini biarkan pulang dengan selamat
Kembali di jalan rahmatmu
Menunggu kasih yang dirindukan
Bahagia bila sampai di Rumah

Terasa perjalanan panjang penuh kelelahan
Senja muda hanya datang ketika sore hari
Hingga menjelang maghrib
Matahari oranye akan tenggelam
Bila menjelang malam penuh teduh
Tanpa menyala seutuhnya


Surabaya, 3 Ramadhan 1438 H

Kekaguman Hati Seorang Istri

Sumber : Facebook

Harmonis dengan istri
Begitu mengagumi hati begitu lembut
Andaikan bintang mengelilingi malam
Meredup sunyi
Menyanyikan hening di sudut jendela rumah

Meski langit biru sudah menerbitkan pagi
Tak pandang surut mengagumiku
Dengarkan sebuah nyanyian merdu
Hati ini biarkan telah pergi denganku
Seindah mungkin sepanjang waktu


Surabaya, 2 Ramadhan 1438 H

Darimana Cinta Dihelus Helai Rambut Panjang?

Sekian helai rambut panjang sampai ruas jalan sanggupkah merawat helainya? Yakin tiap pagi disisir meski tangan pendek? Bagaimana mengeser...