Kamis, 25 Mei 2017

Mengenang Penyair Muda

: (Alm) Chairil Anwar

Penyair legenda
Lahir di kota penuh menderita
Berjumpa di puisi Aku
Memendam rasa begitu tak peduli dengan hidup
Menderu luka di bait-bait puisi
Begitu bergemuruh dengan hati dan pikiran
Kepedihan puisi dipersembahkan untuk umat

Kini hampir wafat selama puluhan tahun lamanya
Puisi masih ada
Baca puisi begitu mengundang luka
Kesedihan selalu mengores air mata
Mengenang seribu tahun lagi
Hidup atau mati
Tetap pengorbanan jiwa
Di penjuru dunia dan seisinya

Surabaya, 26 Mei 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Darimana Cinta Dihelus Helai Rambut Panjang?

Sekian helai rambut panjang sampai ruas jalan sanggupkah merawat helainya? Yakin tiap pagi disisir meski tangan pendek? Bagaimana mengeser...