Kamis, 20 April 2017

Berteduh Pagi di Stasiun

Alam pagi
Penuh bermegah-megahan di sudut waktu
Begitu serumpun pagi berseri
Jendela bersimpun di suhu yang benih
Sungguh di dalam bergeser arah
Di persimpangan rel yang berdiam-diam
Bersandang hening
Sambil waktu telah berputar

Jalan penuh dingin
Berkeliling di tengah sawah
Jauh dekat mengarah hatimu
Berdening sebuah lagu untukmu

Naik kereta
Dia enggan berturun
Ke Bandung-Surabaya
Tak bisa melanjutkan lirik lagu
Karena lupa dalam sambungan lirik
Waktu akan berakhir di sini
Turunkan di kota tujuan
Sampai jumpa esok menjelang siang bergulir
Tanpa dampingi sahabatku
Berteduh padamu hingga esok

Surabaya, 15 April 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Darimana Cinta Dihelus Helai Rambut Panjang?

Sekian helai rambut panjang sampai ruas jalan sanggupkah merawat helainya? Yakin tiap pagi disisir meski tangan pendek? Bagaimana mengeser...