Senin, 29 Mei 2017

Ramadhan Menggapai Rahmat

Masih dalam bulan suci
Penuh istimewa bila hati begitu teduh
Rahmat serta hidayahmu
Menempuh langkah yang panjang
Perjalanan dengan jalan kaki
Puasa tak pernah mengenal letih
Harus menempuh jauh
Hingga merapuh hari yang amat panjang

Berbuka di Masjid
Suguhkan air minum ke perutku
Mengigit buah kurma
Senja muda telah tenggelam
Saatnya menunaikan ibadah maghrib
Kemudian melahap santap buka puasa
Meneduh di malam tarawih
Dan mengumandangkan tadarus al-quran
Memudahkan rahmat semesta kepadamu
Inilah hari begitu panjang menggapai hikmahmu

Surabaya, 30 Mei 2017

Ramadhan Menjiwai Iman

Pelajari kitab kuning
Memuaskan ibadah yang jernih
Jangan meninggalkan kasih
Tanpa sesali jiwa yang teduh
Terus melangkah jangan menurun pahala
Karena ibadah adalah gapai amal
Menunduk pada langit yang berkuasa
Selamanya di sana

Ia terus tinggikan derajat
Mulai dari suatu yang merendahkan hati
Menerima emosi yang berbalas pada kebaikan
Bisa tahu karena surat dituliskan secara lembut
Iman tak butuh rasa berlebihan
Hanya memunajat pada allah
Kasih melembutkan cahaya putih
Mendepankan pintu rahmatmu

Surabaya, 30 Mei 2017

Sabtu, 27 Mei 2017

Cinta Sehelus Kain Kerudung

Sumber : Facebook.com

Ketika kain kerudung berada di Lemari
Sempurnakan hati bila kenakan kerudung panjang
Begitu lembut dan sebenang sutra
Andaikan aroma wangi mengarungi taman bunga
Bagaikan merah muda menabur mawar melati
Semua indah jika menghirup nafas segar

Menghelus kain
Rasakan kiasan lembut
Seperti keajaiban yang ada
Mengarungi bidadari
Bila senyum memanjakan hati
Inilah cinta sehelus kain kerudung
Mewarnai jiwa begitu indah sepetik kalbu
Melambaikan tangan datanglah hujan di Surga


Surabaya, 1 Ramadhan 1438 H

Jumat, 26 Mei 2017

Sumedang Menyimpan Kenangan

Desa melekat di udara
Suhu begitu biasa
Arungi pagi bergeming butir es
Datang air secara sendiri
Berlumur langit cerah

Betapa rindu di jauh hari
Membuat senggang dan tak bisa apa-apa
Sumedang melangkah jauh
Meski desa mengukir usaha
Lantunan nada sunda

Mengobati rasa jauh yang lumpuh
Sumedang akan diikat tali rindu
Suatu memeluk desa yang dicintai
Memuliakan pagi dengan embun nafas
Sumedang desa yang dibahagiakan
Serta memanjatkan alam yang lestari

Surabaya, 25 Mei 2017

Rasa Cemburu di Tengah Cinta

Teganya merebut pasangan
Menyebut kata yang pedas
Membuat godaan makin merambat api di hati
Jadi semua ini karena janjian palsu
Aku tahu ini semua terjadi
Salah sangka dia semakin berubah
Ayat-ayat cinta membakar lembar mantra

Rasa nekat mengikat tali
Saling jatuh dan bunuh diri secara pedih
Cinta telah berakhir
Berakhir tragedi
Gadis menjadi korban
Ini puisi cinta akan segera berpisah
Cemburu membuat pertengkaran antara cinta abadi

Surabaya, 26 Mei 2017

Suasana Selingkuh

Satu pria berpasangan dengan dua gadis
Bermula dari kencan malam
Begitu manis berduaan
Sedangkan satu gadis melihat pria itu
Berjalan dengan cepat
Tak mau mengembara hati direbut pasang

Sayang drama hampir datang
Inilah berkencan dengan gadis lain
Tanpa melibatkan gadis utama
Pria tak tahan rasa ego dengan dua gadis
Ia akan pergi dan mengatakan putus dari hubungan ini
Berlari dan segera pulang tanpa hubungan dekat
Itulah drama selingkuh pasti terjadi setiap saat

Surabaya, 26 Mei 2017

Diam Tanpa Bercerita

Rasa gugup
Menyindir per kata
Begitu ucapan yang dilontarkan padaku
Inilah rasa harga diri sudah menjauh
Pulang dengan rasa cemburu
Sambil menangis

Sore begitu pedih
Berbaring dengan rasa tidak percaya diri
Diam saja daripada canda berlebihan
Bisa-bisa saja rasa sengsara hampir meledeh
Lebih baik diam tanpa bersuara

Surabaya, 26 Mei 2017

Rasa Bohong

Senja telah tenggelam
Akhirnya belum pulang juga
Kemanakah dia pergi?
Katanya di Mall
Tapi sudah hampir malam

Sedangkan disana berada di luar kota
Begitu pulang dari sini
Ditanyakan pada orang tua
Ia bilang pergi ke Mall

Tapi malah pergi di tempat yang jauh
Rasa jujur hampir musnah
Bohong akan datang
Hukuman telah menantimu
Saling memendam air mata
Inilah rasa kasih hilang seketika
Tapi siksa rasa pedih di hati

Surabaya, 26 Mei 2017

Rasa Sedih di Ruang Kamar

Ada sedikit jengkel
Suasana tak adil
Menimbulkan rasa bohong
Disindir dengan teman sebaya
Rasa dimarahi pada guru
Begitu pula dosen

Bosan melengkapi hari
Dengan merenung sambil tertidur
Membuang kertas yang tak acuh
Artinya mengundang sengsara
Menangis sambil membara stress
Inilah jiwa yang lumpuh
Esok hari akan kembali lagi
Seperti ini lagi

Surabaya, 26 Mei 2017

Rasa Gembira Menggoda Kekasihmu

Kasih dipeluk
Tak sanggup menahan hati yang ditembak
Sambil menggoda cintamu
Di dalam jantung berdebar
Berdua di tempat sepi
Tiada rasa ketahuan
Gembira dengan memburu cinta
Inilah rasa suka dan duka

Semasa SMA begitu indah
Bertepuk sebelah tangan
Tetap mengenggam tangan
Sambil merayu
Penuh gombal
Tiada rasa kebenaran
Tetap memburu jiwa dan raga

Surabaya, 26 Mei 2017

Membara Luka

Peristiwa jatuh di jalan
Lalu datanglah luka di kulit
Seperti lingkaran berwarna merah
Berdarah menetes
Andai suara kesakitan
Bertambah pedih di kulit
Tak bisa menahan rasa sakit
Segera pulang dengan selamat

Entah berapa minggu disembuhkan
Hanya bertaubat pada allah
Semoga lekas sembuh
Dan bangkitlah jiwa meski ikhlaskan hati

Surabaya, 26 Mei 2017

Kamis, 25 Mei 2017

Hutan Hening

Sunyi tanpa bersuara
Betapa alam begitu hening
Menumbuh batang pohon
Menutupi jalan terangmu
Nikmati dengan sejuknya sungai
Rambat di penjuru pulau

Semoga tetap menganugerahi pancaran langit
Petualangan sangat panjang
Tubuh bekeringat serta kehausan
Sampai di puncak bukit
Inilah bukit menumbuhkan pohon
Di samping bukit
Bukan alam biasa
Hutan menjadi paru-paru dunia

Surabaya, 26 Mei 2017

Indonesia Menduka

: Masyarakat Kampung Melayu

Bom melandang kampung melayu
Tak apa-apa menjadi korban
Karena teroris mengecam pelaku
Dan memusnahkan kota ini
Indonesia kembali menangis
Karena warga hampir sedih
Betapa kampung melayu lenyap ulah radikal

Doakan untuk mengusir teroris
Dan mengutuhkan NKRI
Lenyapkan di balik jeruji
Tiada negara ini mendatangkan radikal
Selamat pancasila dan damai sejahtera
Melayu tetap bangkit

Surabaya, 26 Mei 2017

Bukit Cinta

Saling melengkapi
Cinta dipertemukan dengan dua orang
Memeluk tanganmu
Kemudian mendaki bukit hingga ke puncak
Sangat harmonis bersama pasangan setia
Sampai puncak dengan menempel hati yang lembut
Lengkapi pikiran begitu bersih
Tiada saling menjauhi
Bersama berdua saling berjumpa denganmu
Selamanya sampai mati

Surabaya, 26 Mei 2017

Cahaya Terang di Masjid

Lambaikan tangan dengan doa
Seperti pancaran cahaya telah datang
Kabulkan doa untukmu
Biar Allah memberkahi doa ini
Betapa sedih dan mengundang kegembiraan di tengah air mata
Hilangkan rasa dosa dalam batin
Jiwa raga begitu lumpuh
Sang penguasa tak tahan mendengar pujiannya
Inilah maha agung menyertai hambanya
Selamat dari berbagai masalah dan musibah
Doa akan mengabulkan seumur hidupmu

Surabaya, 26 Mei 2017

Puisi untuk Perempuan

Puisi dipersembahkan untuk perempuan
Betapa bunga menyejuk di ujung fajar
Ku kenang air mata yang menetes
Sungai mengembun hening

Sementara di luar sana hampir menatap suasana indah
Bait-bait menyimpan aroma wangi

Membentang mentari cerah
Sungguh aroma begitu lembut
Puisi seperti berbinar-binar
Menawan cantikmu
Jangan pernah menyimpan dendam
Karena daun akan lembap jika dibiarkan
Puisi mengarungi sepanjang masa

Surabaya, 26 Mei 2017

Kenangan Gus Dur

: (Alm) Abdurrahman Wahid

Tokoh ulama
Melangkah saat dijabat sebagai Presiden
Menandingi pluralisme di kalangan ulama
Tiada pertentangan antara Nadhatul Ulama
Dengan Muhammadiyah
Menjunjung tinggi pada Allah
Tataplah ke langit karena kekuasaan tuhan
Keberanian selalu mengukur jiwa bangsa

Kini Gus Dur hampir berjuang selama puluhan tahun
Kepada santri yang dibanggakan
Ketika aku menziarah
Mengenang jiwa gagah dan setia
Sabar tetap bersyukur
Senyum menawan
Selamat jalan Gus Dur

Surabaya, 26 Mei 2017

Mengenang Penyair Muda

: (Alm) Chairil Anwar

Penyair legenda
Lahir di kota penuh menderita
Berjumpa di puisi Aku
Memendam rasa begitu tak peduli dengan hidup
Menderu luka di bait-bait puisi
Begitu bergemuruh dengan hati dan pikiran
Kepedihan puisi dipersembahkan untuk umat

Kini hampir wafat selama puluhan tahun lamanya
Puisi masih ada
Baca puisi begitu mengundang luka
Kesedihan selalu mengores air mata
Mengenang seribu tahun lagi
Hidup atau mati
Tetap pengorbanan jiwa
Di penjuru dunia dan seisinya

Surabaya, 26 Mei 2017

Rahasia Ramadhan

Kini telah di penghujung syaban
Hari begitu tenang
Mengalir air di ujung awan
Bersama dzikir sambil menetes air mata
Ramadhan telah menunggumu
Ramadhan telah menjemputmu
Bersama bulan purnama menyaksikan langit
Obor kembang api menyambut malam suci
Mengumandangkan ayat suci

Muliakan hamba
Selamat datang Ramadhan
Semoga bertakjub di sana
Bergempita bahagia bersama sahur
Canda tawa di tengah senja
Artinya maghrib telah datang
Ramadhan penuh keajaiban

Surabaya, 25 Mei 2017

Bangkitlah Literasi dengan Mengores Pena

Buku tak sempat membaca
Sastra mengenang karya
Perpustakaan didirikan untuk menuntut ilmu
Sampaikan diri walau satu ayat
Bagaikan pena ditinggal sekejap saja
Pelankan tangan dengan menari kata-kata

Bangkitkan literasi
Karena lembar yang membekas zaman
Persembahkan karya untuk pembaca setia
Seperti gambar lukisan ditengah frasa sangat lembut
Terbelah lembar menjadi dua
Bahagia imajinasi ketika lembar emas
Tersinar pena yang ku ukir
Membangun peradaban untuk bangsa dan negara

Surabaya, 25 Mei 2017

Kumandangkan Syair di Madura

Puisi dikumandangkan dimana pun berada
Persilahkan untuk mendengarkan syair dari langit bersinar
Setiap jalani aktivitas diiringi dengan syahdu
Madura terkenal dengan logat bahasa
Seperti mendayung perahu sambil berguridam
Tak lepas dari sastra

Syair di dengarkan dengan lembut
Lantunan bait yang dibaca
Bukan cinta yang sesungguhnya
Tetapi juga Madura mengenang satu nada
Yang tak pernah dilupakan oleh waktu
Yaitu menepi hening
Beserta sunyi bertabur syahdu

Surabaya, 25 Mei 2017

Jumat, 19 Mei 2017

Hormati Hukum Jangan Di Bela

Biarlah hukum yang merata
Umat telah menguras tenaga
Demi memenjarakan pemimpin kafir
Yakin bahwa pelaku adalah penistaan kitab suci
Mengajukan sidang untuk pertimbangkan nasibmu

Jangan bela
Jangan pernah melawan
Tapi hukum telah dihargai

Surabaya, 20 Mei 2017

Sabtu, 06 Mei 2017

Bayangan dalam Benahan Kepala

Di benahan otak
Menemukan mimpi buruk
Bahwa setiap kamu tidur
Pasti bertemu dengan bayangan
Yang tak diketahui fisiknya
Andai takut maka bangun mendadak
Melihat wujud bayangan yang sebenarnya
Terlihat pada kepala sendiri
Namun ia hanya menunggu
Kapan mimpi akan datang?

Bayangan hanya didatangkan
Setiap engkau kamu tidur
Tidak ada dunia nyata yang namanya bayangan
Bayangan yang hanya dilihat ketika matahari pagi
Dan hadapi segala ketakutan yang berujung kematian
Itulah arti dari bayangan
Yang tidak pernah melintas di kepalamu

Surabaya, 7 Mei 2017

Marhaban Ya Ramadhan

Selamat datang di bulan Ramadhan
Bulan yang penuh istimewa
Dimana keberkahan akan berlimpah
Dengan selembar juz dalam semalam
Hadapi dengan menahan dahaga dan haus
Dimulai dari benang fajar
Hingga tenggelam matahari
Yaitu jelang maghrib berkumadang

Tarawih dan Tadarus
Menjadi malam
Penuh istimewa
Bulan purnama penuh istimewa
Sangat megah
Sambut pagi dengan santap sahur
Mengakhiri buka puasa
Penuh nikmat dan pesona
Ramadhan penuh mulia
Dan perbanyak doa
Selama tiga puluh hari penuh
Dengan makna yang sangat berkah bagimu
Di Surga akan menjemputmu

Surabaya, 6 Mei 2017

Taubat di Tengah Senja Membentang Malam

Menjelang pulang
Di tengah perjalanan
Menjelang senja akan tenggelam
Merindukan hati yang indah
Turun di Masjid
Tunaikan shalat maghrib
Melatih taubat
Setelah bekerja dengan banting tulang
Demi menafkahi anak dan keluarga

Tuhan telah memanjatkan doa ini
Segera memudahkan diri di esok yang cemerlang
Kembali ke Rumah dengan selamat
Jalan raya penuh macet
Membuatku tenang
Dan menghirup nafas yang panjang
Ingin perbuatan yang mulia
Amalkan sedekah
Tumbuhkan jiwa yang batin

Surabaya, 6 Mei 2017

Preman Teladan

Bermula dari kampung rusuh
Di rumah penuh kotor
Dan bersikap preman yang tak berdaya
Rajin membalas ucapan orang
Ia nekat pergi dengan teman satu geng

Saat menabrak kue
Lalu membiarkan penjual kue membereskan sendiri
Tanpa hendak bantuan
Akhirnya pergi dengan emosi
Begitu lesu dan pucat

Ketika membeli minuman keras
Bersuang bersama
Paksa minum yang banyak lalu mabuk begitu tak sadar
Hiburan begitu asyik berujung razia
Tanpa berfikir panjang ia harus kabur dalam keadaan mabuk
Akhirnya ia menangkap
Lalu di bawakan ke dalam jeruji

Saat di penjara
Banyak cobaan yang hadapi
Menghabiskan waktu dengan keburukan
Mengubah pria bertaubat
Mendirikan shalat yang khusyuk
Membangun iman dari sekarang
Bersujudlah padamu
Berdoa terhadap Allah
Semoga menjadi pria yang sholeh
Menaati orang tua

Inilah jalan pulang untuk sang preman teladan
Disambut dengan sujud syukur
Tuhan pasti memberikan kehidupan
Amal dosa yang kita perbuat
Menghangat pelukan
Jalani kehidupan yang baik
Berserta amal yang mulia

Surabaya, 6 Mei 2017

Sujud Syukur di Langit Purnama

Bertunduk padamu
Ya Allah tunjukkan jalan lurusmu
Di hadapan awan yang berseri-seri
Cahaya purnama akan selalu memberi anugrah
Dengarkan doa pada sang pencipta

Jalani sunnah
Amal jariyah dengan bersedekah
Seperti mengalir yang tenang
Pandang bulan mulai menghampirimu
Pasti melangkah pelan di jalan yang lurus
Tiada menoleh belakang
Yang melihat keburukan ini
Mempandang ke depan
Masuklah ke dalam pintu cahaya
Dengan setulus hati

Surabaya, 6 Mei 2017

Langit Purnama Meredup Fajar

Langit membendung hari
Diawali dengan istirahat
Yang begitu tenang
Dan suasana hampir hening
Burung terbang di tengah kabut dingin
Menyambut mentari bersinar

Bersyahdu dalam deraian kalbu
Senandung pagi yang dikumandangkan
Begitu pula laut yang bersembahyang
Di atas sujud syukur
Di hadapan cahaya pagi
Nyanyian lagu seperti suara merdu
Surga yang tak dirindukan
Bagimu fajar berseri
Bagiku pagi yang cerah

Surabaya, 6 Mei 2017

Lantunan Nada

Nada yang merdu
Seperti suara burung yang berkicau
Betapa fajar telah berpisah
Pagi semakin cerah
Ditambah pelangi dan senyuman meranah pada wajahmu
Hari yang begitu bahagia
Mengabulkan anugrah dalam doaku
Menyanyikan satu lagu

Tentang dirimu
Dan sepelai kasih
Yang tak pernah lepas dari pelukan
Jangan pergi
Bila mencintai suara indah
Bagaikan bidadari terbang yang lembut
Begitu memesona ketika malam tiba
Anugrah dalam menumbuhkam jiwamu

Surabaya, 6 Mei 2017

Mengarang Buku

Goresan tinta
Menuliskan catatan
Tentang pengalaman dirimu
Ke dalam sebuah lembaran yang kosong
Andaikan ide cemerlang
Berisi khayalan yang dipandang
Lalu rasakan menjari kata-kata
Bercerita tentang aku dan dia
Yang melengkapkan cintamu
Dan sebulir surat begitu merayu dengan dia

Buku adalah imaginasi
Pelangi sebuah kumpulan warna
Kumpulan tulisan yang begitu melekat di hatimu
Dibaca oleh orang lain
Berkesan baik
Simpulkan dalam ringkasan kata
Bahwa menulis buku adalah perjalanan panjang
Kepada sang pengarang sejati

Surabaya, 6 Mei 2017

Nikmati Buku

Sempurnakan ilmu
Membuka lembar buku
Jendela dunia akan terbuka
Betapa langit penuh sempurna
Pikiran terbuka
Melebar pengetahuan
Tenang dan hening
Ke dalam samudra jiwa
Seperti menghirup nafas pelan
Tidak seperti laut membasahi

Ilmu adalah perekaman
Jual diri dengan jutaan kata
Yang kau pahami
Merungkut pelangi yang berwarna
Tiada satupun yang lupa
Adalah pembekalan dirimu

Solo, 6 Mei 2017

Sentuhan Kasih Guru

Guru
Inilah mengajariku
Tentang pahlawan tak kenal lelah
Mengenal tanda jasa
Mengukir dalam namamu
Menyentuh kasih
Yang maha agung
Samudra mimpi
Tak pernah terlupakan
Sang patriot bangsa

Yang membela jiwa
Menumbuhkan rasa kasih
Rasanya ku tumbuh dengan lembut
Inilah sang pengasih
Lagi maha penyayang
Ajariku tentang budi pekerti
Dan bermain bersamamu
Seperti kasih guru kepada beta
Terhingga sepanjang
Hanya memberi
Tak hanya kembali
Bagai sang surya
Menyinari Indonesia

Surabaya, 2 Mei 2017

Hujan Datang Lagi

Saat hujan datang
Tidak bisa pulang
Menunggu sampai kapan
Hanya gerimis memucat wajah yang lesu
Inilah masa yang hampa
Terbaur air yang jatuh
Inilah suci yang hilang
Ditambah masa yang memedam luka
Bertabur awan yang hitam
Malam hampir tidak terlihat
Hanya semboyan
Yang menjerit serdadu abu-abu
Inilah yang terbuang
Hanya menunggu terang
Tak lagi senang
Hingga menjemputmu

Surabaya, 6 Mei 2017

Senin, 01 Mei 2017

Mengejar Lelaki Impian

Mengejar Lelaki Impian

Kegigihan seorang pria
Genggam tangan
Bersiap untuk menguasai langit
Harimau berlari di samping jalan berpasir
Mengejar mimpi di tengah tetesan keringat

Meski berdarah
Menguguh api
Bentengi dirimu
Dan kasih sayang
Jangan semata-mata
Mengeluh di hadapan tuhan
Inilah kemudahan
Mengiringi pagi hingga malam
Mengerjakan ujian
Penuh cobaan

Membanting tulang
Demi keluarga
Dan memotivasi padamu
Tuhan jangan pernah menyerah
Serahkan pasrah padamu
Kepada Allah

Surabaya, 2 Mei 2017

Darimana Cinta Dihelus Helai Rambut Panjang?

Sekian helai rambut panjang sampai ruas jalan sanggupkah merawat helainya? Yakin tiap pagi disisir meski tangan pendek? Bagaimana mengeser...