Sekedap doa mengarungi panjat pada Tuhan
Sekiranya malam mengesahkan sedihmu
Betapa betah di dalam keangkuhan wajah
Serupa kalbu dipanjatkan melalui senyapan ayat-ayat
Serpihan langit telah lepas di dunia
Melawan sakit begitu melayang
Andaikan ku tahu
Tangan kerap menunjukkan pada cahaya ilahi
Dosa merebah di hati
Siang meretap semak-semak purnama
Serupa fajar mengumam pagi
Mengiringi nada sangat sunyi
Ketika mengerucuti adipati
Saat ageng direnggang pangkuan ayah
Darah merasuh roh-roh di akhirat
Sakit mengebah air mata
Doa akan dipanjatkan
Layaknya diteladani oleh sang penguasa
Hujan membalut lembar kalbu
Bosan penah di belenggu kegelapan dalam mimpi
Begitu meresap bayangan aneh
Kenapa meratap wajahmu
Sementara kau adalah sebatas doa
Yang dikabulkan melalui harapan
Sepanjang waktu menguras tenaga
Melalui ubahan terlintas pada hati
Kenapa kau terbentang pada payung-payung di udara
Tuhan terpintas langit dan bumi
Di ciptakan surga dan neraka
Pada kubur meraup dimensi kiamat
Doa selalu menolongmu
Surabaya, 27 Juli 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar