Jumat, 28 Juli 2017

Pisahkan Tangan Anak dari Pangkuan Ibu

Melangkah kaki di sebuah wahana
Masuklah pada pintu kegembiraan
Banyak keluarga melihat sebuah wahana permainan
Bergegas ke wahana komedi putar
Sebuah menaiki kursi kuda terbang dengan berputar
Andaikan hari begitu lepas
Di tengah jalan Ibu telah melihat bayangan hitam di belakang wahana
Ayah heran hipnotis Ibu pada benda tak kasat mata
Turun dari komedi putar anak barusan ibu menghilang
Kini hilang dari gempita seorang ibu
Melalui pangkuan tangan
Air mata menetes kepergian ibu
Tanpa menahan kesedihan begitu bekas pedih

Ibu mengikuti bayangan hitam
Hilang begitu sekejap saja pikiran terlalu menghayal
Lepaslah kesadaran khayalan makin meluap
Datanglah sebuah malapetaka
Ayah dan anak telah memencar
Sudah terbelenggu pada serdadu-serdadu hitam
Menguap pada semuk-semuk panas siang
Hendak lari entah kemana
Ayah dan anaknya sambil gendong
Sambil merembah air mata masih menetes
Bersorak ibu di tengah kerumunan

Sore menjelang malam
Senja membentang langit gelap
Kerumunan telah lenyap
Wahana permainan segera ditutup
Ayah segan menemukan anaknya
Sampai meresap berjam-jam petugas membantu pencarian orang yang hilang sejak pagi tadi
Ibu kehabisan tenaga
Seduhnya meraup-raup rintihan pelukan anak
Keemasan telah kembali berpadu
Anak menemui rindu pada sang Ibu
Ayah mengisahkan gempita permen
Pulang membawakan es krim
Berkah ibu memeluk kaki
Seperti surga di bawah telapak kaki ibu
Kembali tidur bersama Ibu sangat tercinta

Surabaya, 27 Juli 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Darimana Cinta Dihelus Helai Rambut Panjang?

Sekian helai rambut panjang sampai ruas jalan sanggupkah merawat helainya? Yakin tiap pagi disisir meski tangan pendek? Bagaimana mengeser...