Turun hujan membentengi rindu
Meranggas senyuman wajah Ibu
Hadirkan sebuah bayangan
Setelah menjemput kematianmu
Habis mengorbangkan perang negara
Sampai terbunuh tanpa alasan
Negara muslim sangat kecewa
Mendatangkan musuh tidak di undang
Memblokir bangunan Islam
Betapa sedih hujan api meresap dada
Pelukan Ibu tersanjung balita
Tinggal bersama ayah
Rela membunuh kodrat dan hak jiwaku
Perempuan meski banyak pengorbanan
Kesabaran tiada tanding
Menyongsong sebuah runtuhan tiang
Habis terbakar warga
Kelam puluhan tahun silam
Serupa hampir manja
Mengantarku sampai di sana
Di sini menyentuh hati seorang Ibu
Bayangan wajah telah bersapa
Namun tanpa kehadiran tubuh
Meresap liang lahat
Hanya sekilas bayangan pada wajah surga
Sedangkan kau menetap di sini tanpa mengurap batin
Terjebak dalam serdadu darah
Hujan api mengilir luka
Hujan air mengisahkan pemuliaan
Sadari terpenggah kata-kata
Ibu akan menuntut kewajiban
Hampiri tetes runtuhnya zaman
Surabaya, 27 Juli 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar